Artificial Intelligence

Artificial-intelligence.jpg

Kecerdasan Buatan ( Artificial Intelligence) merupakan salah satu bagian dari ilmu komputer yang mempelajari bagaimana membuat mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia bahkan bisa lebih baik daripada yang dilakukan manusia.. aplikasi atau program kecerdasan buatan dapat ditulis dalam semua bahasa komputer, baik bahasa C, pascal, basic dan bahasa pemrograman lainnya. tetapi dalam perkembangan selanjutnya dikembangkan bahasa pemrograman yang khusus untuk aplikasi kecerdasan buatan yaitu LISP dan PROLOG.

Sejarah kecerdasan Buatan

 

Era Komputer Elektronik (1941)

  • Ditemukan nya pertama kali alat penyimpanan dan pemrosesan informasi yang disebut komputer elektronik. penemuan ini menjadi dasar pengembangan program tang mengarah ke Kecerdasan Buatan

Masa persiapan Kecerdasan Buatan(1943-1956)

  • Tahun 1943, Warren McCulloch dan Walter Pitts

           mengemukakan tiga hal, yaitu :

        A. Pengetahuan Fisiologi dasar dan fungsi sel syaraf dalam otak

        B. Analisis formal tentang logika proposisi (propotional logic)

        C. Teori komputasi Turing

  • Tahun 1950, Norbert Wiener membuat penelitia mengenai prinsip prinsip teori feedback. contoh yang terkenal adalah thermostat. Penemuan ini juga merupakan awal dari perkembangan kecerdasan Buatan.
  • Tahun 1956, John McCarthy meyakinkan Minsky, Claude Shannon dan Nathaniel Rochester untuk membantunya melakukan penelitian dalam bidang automata, jaringan syaraf dan pembelajaran intelejensia.

 Awal perkembangan kecerdasan Buatan (1956-1968)

  •  Tahun 1958, McCarthy mendefinisikan bahasa pemrograman tingkat tinggi yaitu LISP, yang sekarang mendominasi pembuatan program-program kecerdasan  buatan.
  • McCarthy membuat program yang dinamakan with Common Sense. Di dalam program tersebut dibuat tancangan untuk menggunakan pengetahuan dalam mencari solusi
  • tahun 1968, program analogi buatan Tom Evan menyelesaikan masalah analogi geometris yang ada pada test IQ

KATEGORI DEFINISI AI

Dikelompokkan menjadi 4 macam :

  • Sudut Pandang Kecerdasan, kecerdasan buatan mampu membuat mesin menjadi cerdas (berbuat seperti yang dilakukan manusia)
  • Sudut Pandang Penelitian, kecerdasan buatan adalah studi bagaimana membuat komputer dapat melakukan sesuatu sebaik yang dilakukan manusia.
  • Sudut pandang Bisnis, kecerdasan buatan adalah kumpulan peralatan yang sangat poweful dan metodologis dalam menyelesaikan masalah bisnis
  • sudut pandang pemrogram kecerdasan buatan meliputi studi tentang pemrograman simbolik, problem solving dan pencarian.

1.  Definisi Kecerdasan Buatan

what ai.jpg

Istilah kecerdasan buatan sebenarnya berasal dari bahasa Inggris: “Artificial Intelligence”. Jika diartikan tiap kata, artificial artinya buatan, sedangkan intelligence adalah kata sifat yang berarti cerdas. Jadi artificial intelligence maksudnya adalah sesuatu buatan atau suatu tiruan yang cerdas. Cerdas di sini kemungkinan maksudnya adalah kepandaian atau ketajaman dalam berpikir, seperti halnya otak manusia dalam menyelesaikan suatu masalah.

Secara awam kecerdasan buatan diterjemahkan sebagai sebuah sistem saraf, atau sensor atau otak yang diciptakan oleh sebuah mesin. Sebenarnya kecerdasan buatan merujuk kepada mesin yang mampu untuk berpikir, menimbang tindakan yang akan diambil, dan mampu mengambil keputusan seperti yang dilakukan oleh manusia.
Alan Turing, ahli matematika berkebangsaan Inggris yang dijuluki bapak komputer modern dan pembongkar sandi Nazi dalam era Perang Dunia II tahun 1950, dia menetapkan definisi Artificial Intelligent : Jika komputer tidak dapat dibedakan dengan manusia saat berbincang melalui terminal komputer, maka bisa dikatakan komputer itu cerdas, mempunyai intelegensi.
Kecerdasan buatan itu sesuatu yang diciptakan oleh manusia, untuk menggantikan manusia. Jadi bisa jadi kecerdasan buatan itu merupakan suatu ancaman.
Walau pun menyadari bahwa kecerdasan buatan bisa jadi adalah suatu ancaman untuk manusia, tapi manusia masih saja mengembangkan apa yang disebut dengan kecerdasan buatan. Manusia masih saja mencoba mengembangkan / mendapatkan sesuatu (teknologi) yang baru, yang dapat berpikir seperti manusia. Hal ini terjadi karena adanya ketidakpuasan dalam diri manusia, manusia ingin mendapatkan sesuatu dengan cara yang lebih mudah. Lagipula memang ada keterbatasan-keterbatasan dalam diri manusia, seperti otak manusia yang hanya mampu berpikir dengan frekuensi kira-kira 100 Hz dan karena manusia mempunyai rasa capai. Bandingkan dengan komputer sekarang yang mampu mengolah data dengan frekuensi 4 GHz. Komputer juga tidak mempunyai rasa capai walau pun harus mengolah data yang sama berulang-ulang.

Walaupun terasa sangat futuristik dan terlihat berbahaya, karena mesin nantinya akan memiliki kecerdasan dan emosi, para pakar AI menganggap pengembangan disiplin ilmu ini penting karena bisa diterapkan di Internet nantinya. Misalnya saja, di masa mendatang ketika Anda mengunjungi sebuah situs agen perjalanan, maka di layar komputer akan muncul wajah seorang wanita yang sangat sempurna karena semuanya berupa ciptaan komputer. Uniknya, Anda akan mampu bercakap-cakap dengan wanita artifisial ini, seperti layaknya Anda berbicara dengan staff wanita beneran di counter biro perjalanan. Kalau ini tercapai, maka pelayanan dapat diberikan 100% online, dengan akurasi yang sangat tinggi. Terutama dari konsistensi, keramahan, kecepatan dan akurasi pelayanan. Lain kalau kita menggunakan staff manusia asli yang konsistensinya tidak bisa akurat karena terpengaruh kepada kondisi fisik dan emosi saat itu.

Saat ini sudah banyak teknologi kecerdasan buatan yang dihasilkan dan dipakai oleh manusia. Misalnya saja pada robot Asimo yang bisa menari dan berjalan, atau pada permainan komputer yang dirancang untuk membuat manusia berpikir keras untuk mengalahkannya. Contoh lain ada di industri otomotif. Adanya teknologi komputer yang mampu mengolah data dengan cepat dipakai untuk memberikan peringatan pada pengemudi mobil untuk menghindari terjadinya tabrakan.

2.  PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK KECERDASAN BUATAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING (Studi Kasus Mendiagnosa Keadaan Bayi Dalam Kandungan)

Kecerdasan buatan adalah kemampuan komputer untuk berpikir dengan intelegensia. Ini tercapai dengan mempelajari bagaimana manusia mengingat dan berpikir ketika sedang mengambil keputusan dan memecahkan masalah.

Kecerdasan buatan yang dibangun mempunyai beberapa komponen yang saling berhubungan untuk membangun sistem yaitu basis pengetahuan, mesin inferensi, antarmuka pemakai. Persoalan yang dipecahkan dalam sistem ini adalah bagaimana cara menyusun aturan yang terdiri atas beberapa premis dan konklusi dari fakta-fakta yang tersedia, sehingga dihasilkan suatu solusi, dengan menggunakan mesin inferensi yaitu forward chaining, selain itu sistem ini juga menggunakan suatu penalaran knowledge base yaitu penalaran rule-based reasoning.

Penelitian ini membahas tentang pendiagnosaan keadaaan bayi dalam kandungan yang menggunakan teknik inferensi forward chaining, yang memulai penalarannya mulai dari sekumpulan fakta-fakta menuju sebuah hipotesa (solusi). Sistem yang dikembangkan memberikan keleluasaan pada perekayasa pengetahuan untuk memasukkan himpunan aturan pada basis pengetahuan dan diperolehnya suatu solusi berdasarkan basis pengetahuan yang ada.

3.  Memanusiakan Chatbot dengan Kecerdasan Buatan

JAKARTA – Pehobi chatting –bercakap-cakap di dunia maya— sebaiknya jangan terlalu serius menanggapi lawan bicara. Siapa tahu kenalan baru itu adalah chatbot, yakni robot yang khusus diprogram untuk chatting. Chatbot merupakan program khusus dalam komputer yang berfungsi sebagai penjawab sapaan di ruang chatting. Di masa mendatang, program serupa ini menjadi kembangan dari artificial intelligent (AI) alias kecerdasan buatan.

Jabberwacky, sebuah chatbot yang tinggal di dalam hard disk komputer. Ia mampu menggunakan kata-kata pelesetan, humor, kadang juga kata makian, bahkan juga menjadi pembicara yang konfrontatif. Kelebihan Jabberwacky dari chatbot lain adalah: makin banyak ia bercakap dengan para chatter manusia, makin banyak hal yang dipelajarinya. Chatbot jenius ini adalah temuan Rollo Carpenter, finalis Loebner Prize asal Inggris.

Loebner Prize merupakan penghargaan khusus di bidang AI tingkat dunia yang dimulai sejak 1990. Penghargaan ini diberikan pada mereka yang mampu meloloskan diri dari Turing Test, yakni suatu cara menguji mesin untuk mengetahui apakah mesin itu cerdas atau tidak. Jabberwacky akan bergabung dengan delapan finalis internasional lain pada Oktober mendatang untung memperebutkan medali emas. Seperti semua finalis lain, chatbot ini akan menjalani Turing Test yang metodenya ditemukan oleh Alan Turing. Dari sini akan diketahui apakah chatbot ini benar-benar pintar seperti halnya AI lain.

Carpenter mendesain Jabberwacky semirip mungkin dengan manusia. Memang bukan dari bentuk fisiknya, melainkan dari caranya bicara dan bercakap-cakap. Chatbot ini mempelajari cara bicara manusia, mempelajari beberapa bahasa, hingga memahami konteks percakapan dan aturannya.

CONTOH DARI AI :

#1 – Siri

Semua orang sudah tidak asing dengan asisten pribadi milik Apple yang bernama Siri. Dia adalah komputer dengan aktivasi suara yang ramah dan kita berinteraksi dengannya pada kegiatan sehari – hari. Dia membantu kita mencari informasi, memberikan arah kepada kita, membuat penjadwalan kita, membantu kita mengirim pesan dan masih banyak lagi. Siri adalah sebuah asisten digital pribadi dengan kecerdasan semu. Ia menggunakan teknologi machine learning untuk dapat semakin pintar dan memprediksi lebih baik dan memahami Bahasa natural kita melalui pertanyaan dan permintaan.

#2 – Alexa

Alexa muncul untuk menjadi inti dari integrase rumah cerdas (smart home), yang mungkin akan berdapmpak besar. Pada saat Amazon pertama kali mengenalkan Alexa, ia benar – benar mengguncangkan dunia. Namun, kegunaannya dan kemampuannya yang luar biasa untuk menafsirkan pembicaraan darimana pun di satu ruangan telah membuatnya menjadi sebuah produk revolusi yang dapat membantu kita menjelajah web untuk informasi, took, jadwal janji, mengatur alarm dan jutaan hal lainnya, tetapi juga membantu mendukung rumah cerdas kita.

#3 – Tesla

Jika anda tidak memiliki Tesla, maka anda tidak tahu apa yang telah anda lewatkan. Tesla mungkin salah satu mobil terbaik yang pernah dibuat. Tidak hanya karena fakta ia telah meraih banyak penghargaan, tetapi karena kemampuan prediksinya, fitur kemudi otomatis dan berbagai teknologi yang benar – benar “keren.” Siapapun yang telah merasakan teknologi dan mobil harus memiliki sebuah Tesla, dan kendaraan – kendaraan ini hanya dapat semkain pintar dan pintar berkat pada pembaharuan online yang terus dilakukan.

#4 – Cogito

Awal dikembangkan oleh CEO, Joshua Feast dan Dr. Sandy Pentland, Cogito mungkin salah satu conoth yang paling baik untuk adaptasi perilaku untuk meningkatkan kecerdasa emosi dari representatif layanan konsumen yang ada di pasar sekarang. Perusahaan tersebut adalah gabungan dari machin learning dan pengetahuan perilaku untuk meningkatkan interaksi konsumen. Hal ini berlaku ke jutaan voice call yang dilakukan tiap harinya.

#5 – Boxever

Boxever, dikembangkan oleh CEO, Dave O’Flanagan, adalah sebuah perusahaan yang sangat mengandalkanmachine learning untuk meningkatkan pengalaman konsumen dalam industry travel. Melalui machine learning dan penggunaan AI, perusahaan tersebut membantu para konsumennya untuk mencari jalan baru untuk berhubungan dengan klien mereka dalam perjalanan travel.

 Sumber :

https://trihariyono.wordpress.com/2007/10/30/5-artikel-tentang-kecerdasan-buatan-artificial-intelligent/

https://www.academia.edu/10083513/ARTIFICIAL_INTELLIGENCE_Kecerdasan_Buatan_

youtube.com/watch?v=2ePf9rue1Ao

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s